Selasa, 23 April 2013
Tak Akan Pernah Sama....
Kelelahan ini menidurkanku lebih awal dari yang seharusnya.
Tulisan tentang perasaanku terhapus perlahan oleh keraguan yang membelenggu setiap bilik benakku.
Dan kurasakan mati suri saat kau tak lagi di sini.
Mungkin ini tak lama...
Tapi kerinduan ini memaksaku bertahan ribuan kali dari yang ku mampu
Mungkin aku telah terhapus olehmu...
Atau juga itulah yang sepantasnya karena aku memang seharusnya tidak pernah ada.
Terlalu banyak kata 'Seandainya' yang ku rengkuh, yang pada akhirnya tak ada satu pun yang membawaku ke pelukanmu.
Love meter ini semakin naik menyentuh titik tertinggi dan ku semakin jatuh di titik terbawah kelemahanku.
Mungkin kau tak merasakannya....
Mungkin kau sudah kebas terganti sosoknya.
Berawal dari sebuah permainan dan ku terlalu jauh menikmati setiap babaknya.
Seandainya saja ku mampu menahan jatuhnya diriku...
Kisah ini tidak akan pernah ada.
Aku tahu rindu itu juga tidak lagi bernyawa karena dirimu telah terisi penuh.
Sedangkan aku di sini masih termangu karena sepi.
Tak mengapa...
mungkin tawar itu sudah semestinya bermuara.
Aku merasa menjadi sebuah payung dengan hujan mengambang tanpa jeda.
Dan kau memegangku lembut namun kuat hingga kakimu menyentuh kanopi di seberang jalan.
Kau aman....
Sedangkan diriku terhempas di sudut keramaian...dan terlupakan.
Seharusnya kita tak terjebak di antara luapan rintik yang tak terhenti oleh sore.
Dan mungkin tak semestinya kau memilihku untuk menemanimu di tengah rasa sepi yang kau miliki.
Benarkah ini semua karena rasa sepi???
Kini ku teringat percakapan kita di antara hening
Kita akan terpisah di persimpangan dan tak akan sama lagi.
Tak akan pernah sama....
Undefined Place.....July'11
Langganan:
Postingan (Atom)