Satu jam sebelum tahun baru menyapa pagiku...
Seorang kawan menawarkan kesenangan di beningnya wine.
Maaf sobat...aku terlalu lelah kali ini.
Ingin menghabiskan malamku dengan sofa butut kesayanganku.
Dengan sebuah novel Agatha christie yang membuatku melanglang lepas.
Yang membuatku berbuat bodoh menumpahkan cokelat hangat di gaun tidurku.
Terganggu dengan suara kembang api dan suara riuh orang mabuk di bawah apartemenku.
Aku menyadari disinilah hidupku sekarang.
Terkotak,telah habis kata dan kalimat.
Berhenti mempermainkan diri dengan cinta absurd dan platonik.
Sweet seventeen?...
Oh tidak...aku tidak lagi muda.
Tulisan terakhirku tentang biografi sepasang romantic lover belum juga terselesaikan.
Aku belum menemukan chemistry.
Atau sisi lain diriku yang tak mengizinkan.
Lelah Tuhan...
Terkadang aku lelah dengan labirin yang Engkau hadiahkan untukku.
Tak juga kutemukan jalan keluar, terkadang tersesat di sudut yang tak kuharapkan.
Labirin kehidupan ini lucu tapi juga pelan-pelan menipuku.
Tahun berganti wajah...
Aku tak berharap apa-apa, juga tak inginkan apa pun.
Namun masih ku menatap langit mengharap bintang jatuh.
Perlahan ku memejamkan mata.
Tuhan......sapalah aku dalam rindu.
Kamis, 22 Maret 2012
Untold story
Sebuah kalimat singkat yang kau buat untuk untuknya, membuat gadis itu menyadari bahwa tak ada lagi yang tertinggal. Sampai saat ini pun gadis itu tidak mengerti apa yang masih dia lakukan di tempatnya berdiri. Gadis itu masih mengharapkan ini serupa dongeng pengantar tidur. Satu kecupan sang pangeran dan sang putri terbangun dari tidur panjangnya. Namun pada akhirnya dia harus mengalah pada takdir. Langit memilihnya untuk menyatu dengan lautan, menjadi buih seperti janjinya kala menjadi putri duyung.
Gadis ini menanyakan tentang kesetiaannya pada Tuhan. Mengapa kesetiaannya justru membunuhnya perlahan. setiap saat di tengah hening malam, dia memohon agar tidak lagi dia temui rasa cinta, rindu dan cemburu dalam hatinya.
laut tidak pernah setenang ini, dan dia akan terjebak badai jika masih menunggu pelangi. gadis itu yakin dia tak harus berada di sini sebelumnya.
perang ini tak akan berhenti....
Gadis ini menanyakan tentang kesetiaannya pada Tuhan. Mengapa kesetiaannya justru membunuhnya perlahan. setiap saat di tengah hening malam, dia memohon agar tidak lagi dia temui rasa cinta, rindu dan cemburu dalam hatinya.
laut tidak pernah setenang ini, dan dia akan terjebak badai jika masih menunggu pelangi. gadis itu yakin dia tak harus berada di sini sebelumnya.
perang ini tak akan berhenti....
Langganan:
Postingan (Atom)